1. Anorexia Nervosa
Usaha mempertahankan berat badan di bawah normal, citra tubuh yang terdistorsi, ketakutan mendalam akan pertambahan berat badan.
2. Bulimia Nervosa
Karakteristik makan berlebihan yang berulang diikuti keinginan memuntahkannya, disertai perhatian besar terhadap berat badan dan bentuk tubuh.
Eating Disorder – Gangguan Psikologis dengan karakteristik terganggunya pola makan dan cara mengontrol berat badan.
Anorexia Nervosa
• An : tanpa; Orexis : hasrat untuk hasrat yang keliru
• Prevalensi : remaja putri dan berkembang juga pada remaja putra. Berkembang pada tahap usia 12 – 18 tahun.
• Reaksi takut pada obesitas, dan umumnya setelah menarche (haid pertama)
• 2 tipe : 1. Makan berlebihan 2. Menahan lapar
• Komplikasi Medis : anemia, kulit kering / pecah, rambut lepek, kekuningan, gangguan hati, hipotensi, masalah pencernaan, amenorrhea, osteoporosis.
• Angka kematian : 5 – 8% periode 10 tahun.
Bulimia Nervosa
• Bous : sapi / kerbau, Limos : rasa lapar
• Reaksi abnormal mempertahankan BB : Memuntahkan, menggunakan obt pencahar, berpuasa berlebihan, latihan fisik berlebihan.
• BB Bulimia umumnya normal.
• Disertai keinginan makan berlebihan secara diam-diam
• Terfokus pada makanan berkalori tinggi dan berlemak banyak
• Reaksi penyerta : mengantuk, rasa bersalah dan depresi.
• Anggaran penderita : makan berlebihan dan tidak diet hal yang menyenangkan.
• Prevalensi : wanita remaja akhir / dewasa awal
• Komplikasi medis : iritasi kulit dan mulut karena sering kontak dengan asam lambung, terhambat air liur, kerusakan gigi, keluhan perut, pankreatitis (ada rasa panas yang merupakan situasi darurat medis), gangguan menstruasi dan pencernaan, otot/jantung melemah)
Penyebab
• Faktor sosiokultural
• Faktor psikososial
Ketakutan / kecemasan, ketidakpuasan diri, kognitif (perfeksionis), psikodinamis, teori belajar (coping stres), etc.
• Faktor keluarga (konflik keluarga, etc)
• Faktor biologis berkaitan dengan serotonin, genetik.
Penanganan
• Terapi perilaku di RS
• Terapi psikodinamika + terapi perilaku
• Terapi keluarga
• Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
Berkaitan dengan self defeating, self worth, obsesif kompulsif
• Interpersonal Therapy (IPT)
• Terapi obat antidepresan
Binge Eating Disorder
• Yaitu : makan berlebihan yang kompulsif obesitas
• Mempengaruhi 2% populasi
• Penanganan : Teknik Kognitif behavioral, antidepresan
OBESITAS
• Yaitu gemuk yang berlebihan
• Dikelompokkan dalam gangguan medis kronis, bukan gangguan psikologis
• Faktor resiko : jantung, diabetes, kanker.
• Beberapa faktor yang berkontribusi :
- Genetis
- Metabolisme
- Sel lemak
- Gaya hidup
- Psikologis
GANGGUAN TIDUR
DSM Gangguan tidur :
1. Dissomnia : terganggunya jumlah, kualitas atau waktu dari tidur
a. Insomnia primer (tidak bisa tidur bukan akibat gangguan psikologis & fisiologis)
b. Hipersomnia primer (banyak tertidur bukan akibat gangguan psikologis, fisiologis maupun insomnia)
c. Narkolepsi (pingsan yang terjadi tiba-tiba), berkaitan dengan cataplexy, REM, sleep paralysis, hypnagogic hallucination
d. Berhubungan dengan pernapasan : obstructive sleep opnea (sesak/jalan udara tersumbat, kerusakan struktur)
e. Circadian rhythm sleep disorder – irama tidur yang terganggu, bisa berakibat hipersomnia atau insomnia
2. Parasomnia
Perilaku abnormal/peristiwa fisiologis yang muncul saat tidur atau ambang tidur.
a. Nightmare disorder (mimpi buruk) – periode REM lebih panjang.
b. Sleep terror disorder – muncul saat 1/3 awal tidur atau saat tidur lelap, dimulai serangan panik lalu terjaga tiba-tiba.
c. Sleepwalking disorder (berjalan saat tidur)
PENANGANAN
• Pendekatan Biologis (beberapa obat anti depresan)
• Pendekatan psikologis Cognitive Behavior Therapy
Kamis, 09 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar